Assalamu’alaikum Wr.Wb.....
[ARTI
“PENGALAMAN” BERDASARKAN PEMIKIRAN DEVI SARWANI]
Pengalaman itu guru. Yang mengajari kita setelah kita melakukan nya.
Yang mengajari kita setelah kita mengalaminya. Yang membuat kita jera... atau
yang membuat kita ingin melakukannya lagi. Tergantung.... Pengalaman yang baik
atau yang buruk? Yang pahit atau yang manis?
Seperti
pengalaman patah hati. Tentu saja kita tidak ingin merasakan lagi yang namanya
patah hati. Tapi kita juga tidak ada jeranya kan mengulangi lagi yang namanya
merasakan jatuh cinta. Padahal kita sudah tau apa resiko nya. Tapi kita sebagai
manusia tentu saja ingin berbuat yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Maka
jadikanlah pengalaman patah hati itu sebagai sebuah pembelajaran bagi kita agar
ke depannya ketika kita telah menemukan cinta yang kita anggap serius, jangan
ulangi lagi kesalahan kita di masa lalu.
Ketika
berbicara tentang cinta, memang tidak ada habis nya. Saya ingin mengungkapkan
beberapa hal disini. Tentang bagaimana cara kita menilai kejadian di masa lalu
itu menjadi pemikiran yang positif dan tidak semuanya berujung pada penyesalan.
Betapa sakitnya ketika kita terjatuh pada kesalahan yang sama. Apalagi
kejadiannya berulang-ulang, kejadiannya sama walau dengan orang yang berbeda.
Itu namanya kita tidak bisa belajar dari masa lalu.
Memang
sulit melupakan kejadian yang telah lampau, apalagi kejadian yang pernah
membuat kita benar-benar terjatuh dan susah banget buat “Move On”. Telinga kita
pasti sudah tidak asing lagi mendengar kalimat ini. Ada baiknya jika kita
menganggap semua kejadian yang pernah kita alami itu sebagai bentuk
pembelajaran di masa yang akan datang.
Setelah
di fikir lebih mendalam lagi, sebenarnya kita sangat beruntung pernah merasakan
sakit hati dan down setelahnya. Itu pelajaran yang sangat berharga, dan membuat
kita berfikir 2 kali bahkan mungkin tidak akan pernah mengulangi nya lagi
karena kita sudah tau gimana rasanya. Coba bayangkan jika kita tidak pernah
merasakan sakit hati dan terluka. Tentu nya kita tidak punya bekal apa-apa
untuk menghadapi peristiwa di masa yang akan datang.
Itu
sedikit pemikiran positif dari saya, mungkin teman-teman pembaca lebih tau
banyak tentang pembahasan ini dari pada saya. Tapi yang pasti, semua kejadian
yang pernah menimpa kita itu sebagian dari rencana Allah. Jangan mengira ketika
kita mendapat ujian yang berat, kita merasa Allah tidak menyayangi kita. Justru
Allah ingin membuat kita lebih tegar dan kuat melalui ujian tersebut. Karena
tidak akan tampak kekuatan kita jika kita tidak di uji bukan?
Allah
menguji kita dengan berbagai peristiwa yang mungkin pernah membuat kita
menyerah di tengah jalan dan putus asa menghadapi nya. Seharusnya kita itu
bersyukur ketika ujian mengahampiri, itu tanda nya kita sudah naik level
kehidupan. Allah menguji kesabaran kita dan ingin melihat, lebih kuat siapa?
Ujian itu atau kita?
Shukran bagi
yang sudah membaca, semoga bermanfaat. :-)
Zadanallah
ilman wa hirsha .....
Wassalamu'alaikum
Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar